Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan Cara Kerjanya

Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) atau pembangkit listrik tenaga angin telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di Eropa Utara. Denmark dan Jerman telah menggunakan tenaga angin untuk membangkitkan sekitar 20% kebutuhan energi listrik di wilayah tersebut.

Potensi PLTB di Indonesia

Indonesia sebagai yang berada di wilayah ekuator memang tidak memiliki potensi PLTB yang terlalu besar. Namun beberapa daerah di Indonesia seperti NTT dan NTB memiliki potensi yang bagus. Rata-rata kecepatan angin di Indonesia adalah 4 meter per detik, kecuali di NTT dan NTB. PLTB yang dapat dikembangkan di Indonesia merupakan pembangkit yang memiliki kapasitas kurang dari 100 Kw. Hal ini tentu tidak sama dengan Eropa yang fokus untuk mengembangkan PLTB berkapasitas lebih dari 1 MW atau bahkan lebih besar untuk dibuat di lepas pantai.

Kendala PLTB

Masalah utama penggunaan pembangkit listrik tenaga bayu terletak pada ketersediaannya yang rendah. PLTB perlu dioperasikan secara paralel dengan pembangkit listrik yang lain untuk mengatasi masalah ini. Pembangkit listrik yang lain dapat berbasis sumber energi terbarukan atau menggunakan pembangkit konvensional. Meskipun sebuah PLTB hanya mampu membangkitkan daya di bawah 100 kW, di dalam satu daerah dapat dibangun puluhan PLTB. Dengan adanya PLTB, kebutuhan terhadap bahan bakar fosil pun dapat berkurang. Selain dapat mengurangi biaya operasional, penggunaan PLTB dapat meningkatkan jaminan pasokan energi di suatu daerah. Untuk daerah kepulauan seperti NTT dan NTB di mana semua kebutuhan energinya didatangkan dari luar daerah, keberadaan PLTB dapat membantu meningkatkan kemandirian daerah. Jika dibandingkan dengan diesel, pembangkit listrik tenaga angin memiliki potensi mengurangi gas buang karbon dioksida sebesar 700 gram per kWh energi listrik yang dihasilkan

Cara Kerja

Cara kerja pembangkit listrik tenaga bayu, turbin angin akan memutar generator bertegangan bolak balik. Dengan kecepatan angin yang tidak tetap, tegangan bolak balik (AC) yang dihasilkan oleh generator memiliki frekuensi yang tidak sama. Tegangan AC dengan frekuensi yang tidak stabil ini perlu diubah ke tegangan searah (DC) yang tetap menggunakan penyearah. Selanjutnya tegangan DC tersebut diubah ke tegangan AC dengan frekuensi 50 Hz menggunakan inverter. Energi listrik yang dikeluarkan oleh inverter ini diparalelkan dengan jaringan listrik.

Dengan cara kerja seperti ini, semua energi listrik dari PLTB dapat dikirimkan ke jaringan agar dapat dimanfaatkan. Jenis pembangkit seperti ini tidak perlu menggunakan baterai yang mahal dan tidak memerlukan pemeliharaan rutin. Orang Indonesia sudah mampu menguasai teknologi ini dan sejumlah industri juga sudah mampu membuatnya. Masalah utamanya adalah bahan bakunya sebagian besar harus diimpor dari luar negeri. Di Indonesia sendiri juga belum ada orang yang menguasai tentang teknologi komponen elektronika daya dan belum ada industrinya. Komponen – komponen elektronika daya tersebut harus didatangkan dari luar.

Presiden Jokowi pada awal Juli 2018 baru saja meresmikan Pembangkit Listrik Energi Bayu pertama Indonesia yang ada di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. PLTB ini bisa menghasilkan energi listrik sebesar 75MW yang akan memasok listrik untuk sekitar 40.000 ribu rumah di sekitar Sidrap. Selain presiden Jokowi, peresmian PLTB ini juga dihadiri Direktur Utama UPC Renewables, Brian Caffyn sebagai pemilik PLTB Sidrap.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *